Profil Egy Maulana Vikri, Si Lionel Messi-nya Indonesia

profil egy maulana vikri

Nama Egy Maulana Vikri mulai dikenal ketika dirinya menjadi top scorer yang berhasil mencetak 8 (delapan) gol di ajang Piala AFF U-19 pada tahun 2017. Pria 20 tahun ini memiliki banyak prestasi yang membuatnya dilirik banyak pihak di dunia sepakbola internasional. Berikut profil Egy Maulana Vikri, mulai dari awal hingga saat ini.

Berawal dari Sekolah Sepakbola Tasbi Medan

Sejak kecil, Egy menyukai sepakbola. Didukung dengan lingkungan yang memang dekat dengan dunia sepakbola, pria kelahiran Asam Kumbang, Medan, 07 Juli 2000 ini masuk dalam Sekolah Sepakbola (SSB) Tasbi seperti kakaknya dan aktif dalam mengikuti berbagai kejuaraan, termasuk turnamen Grassroots yang diselenggarakan di Tangerang Selatan pada tahun 2012.

Dari turnamen inilah, selain membawa timnya menjadi juara, Egy juga menjadi top scorer yang mencetak sebanyak 10 (gol). Prestasi Egy Maulana Vikri ini berhasil menarik perhatian Indra Sjafri karena performa memukaunya pada saat itu.

READ  5 Kiper Termahal di Dunia, Jadi Rebutan Klub Besar Dunia

Hampir Pensiun Dini

Ketika remaja, anak kedua dari tiga bersaudara ini mengalami penipuan beberapa kali. Egy Maulana Vikri pernah diiming-imingi untuk pergi ke Jakarta dengan biaya gratis. Egy yang pada saat itu memang sedang menggebu-gebu untuk berkarir, mengiyakan ajakan tersebut dan bersiap-siap. Namun sayangnya, pada saat hampir berangkat, ternyata Egy disuruh membayar. Beberapa kali ditipu dengan cara serupa membuat Egy putus asa dan tidak mau bermain sepakbola lagi.

Ayah Egy yang dulunya juga pemain sepakbola, terus menyemangati Egy yang hampir seminggu tidak latihan. Sampai akhirnya, Egy bertemu dengan seorang pengusaha bernama Subagja Sugian yang peduli terhadap potensinya.

Gothia Cup Swedia

Prestasi Egy Maulana Vikri selanjutnya adalah keberhasilannya dalam menyabet gelar sebagai pemain terbaik dan top scorer dalam ajang Gothia Cup tahun 2016. Dalam ajang tersebut, pemain bola jebolan Sekolah Khusus Olahragawan (SKO) Ragunan ini mampu mencetak sebanyak 28 (dua puluh delapan) gol selama turnamen tersebut berlangsung. Selain prestasi pribadi, Egy bersama ASIOP Apacinti berhasil mengharumkan nama Indonesia dengan menjadi juara.

Toulon Tournament

Pada tahun 2017, Egy yang telah bergabung dengan Tim Nasional Indonesia U-19 mengikuti turnamen yang digelar di Perancis bersama dengan Republik Ceko, Brasil, Skotlandia. Meskipun Indonesia tidak menang, namun pria 20 tahun itu mendapatkan penghargaan Jouer Revelation Trophee yang juga didapatkan oleh Zinedine Zidane dan Christiano Ronaldo.

READ  Pencetak Gol Terbanyak Liga Italia Musim 2020/21

Egy mengaku pada awalnya hanya mengira bahwa penghargaan tersebut adalah penghargaan Man of The Match, namun ternyata dia salah sangka. Panitia memberikan penghargaan ini karena melihat Egy sebagai pemain yang paling berpengaruh dalam tim.

AFF U-19 Myanmar dan Lechia Gdansk

Selanjutnya, yang membawa Egy kemudian banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia adalah karena kiprahnya pada saat ajang AFF U-19 berlangsung di tahun 2017 yang lalu. Walaupun Tim Nasional U-19 kalah dari Thailand, namun Egy Maulana Vikri mencetak 8 (delapan) gol dalam pertandingan yang diadakan di Myanmar.

Tidak hanya di Indonesia saja, kemampuan Egy menarik perhatian dunia internasional juga. Banyak tawaran-tawaran yang datang kepada Egy untuk trial dengan klub sepakbola Eropa. Akhirnya, pilihan Egy jatuh kepada klub Lechia Gdansk, dimana Egy langsung bisa masuk walaupun belum punya pengalaman di klub-klub profesional. Egy resmi bergabung di klub ini pada tahun 2018.

READ  Profil Saddil Ramdani yang Menarik Diketahui

Julukan Lionel Messi

Ada banyak pemain muda di seluruh dunia yang dijuluki ‘Lionel Messi’. Salah satunya diberikan kepada Egy Maulana Vikri oleh media terkenal Inggris, The Sun. Karena banyak prestasi mencetak gol yang dilakukan oleh Egy, sosok Egy disebut sebagai wonderkid atau pesepak bola yang penuh keajaiban di level muda.

Itulah profil Egy Maulana Vikri. Dengan banyaknya prestasi yang ditorehkan oleh Egy Maulana Vikri di usia muda tidak lantas membuatnya puas dan lupa diri. Cita-citanya bermain di klub luar negeri sudah dia jalani saat ini. Tawaran di klub besar ada, namun Egy lebih memilih untuk melatih mentalnya dulu dengan bergabung di klub-klub kecil. Ayah Ibu Egy juga selalu berpesan untuk selalu sholat lima waktu dan tidak lupa dengan Tuhan. Karena apapun yang kita dapati adalah kehendak dari Tuhan, jadi tidak ada yang bisa disombongkan karena semua berasal dari Tuhan.

You May Also Like

About the Author: Akira Suzuki